Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan daya hasil beberapa genotype jagung pada kondisi lingkungan dengan perbaikan teknologi budidaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan, dan pendekatan partisipasi aktif bersama petani ( On farm ). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok, dengan 10 perlakuan genotipe : yaitu Varietas Unggul Sukmaraga, Varietas Unggul Lamuru, Hibrida BISI 18, Hibrida Pioner, Hibrida BISI 2, Varietas Unggul Arjuna, Hibrida NK 22, Kultivar Lokal Seraye, Kultivar Lokal Bima. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil pada taraf yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Daya hasil genotipe tertinggi baik varietas hibrida maupun bersari bebas adalah hibrida Pioner. Daya hasil hibrida Pioner lebih tinggi dan berbeda dengan NK 22, BISI 18 dan BISI 2; Daya hasil Varietas unggul bersari bebas Sukmaraga lebih tinggi dan berbeda dengan Arjuna, Lamuru, Populasi C2, Seraye dan Bima