Abstract
Informasi spasial pada dasarnya disusun berdasar proyeksi kondisi nyata dan citra bumi. Citra permukaan bumi diperoleh dengan teknik penginderaan jauh. Citra permukaan bumi pada dasarnya merupakan salah satu bahan penyusunan data spasial dan informasi spasial. Citra permukaan bumi pada umumnya dihasilkan dari akuisisi citra dengan menggunakan satelit luar angkasa dan pesawat terbang yang dilengkapi dengan kamera untuk landscape. Disamping foto satelit, penggunaan pesawat terbang untuk pencitraan bumi menghasilkan citra dengan resolusi yang lebih tinggi disbanding citra satelit. Namun demikian, penggunaan pesawat terbang untuk akuisisi foto udara adalah berbiaya tinggi. Kamera khusus yang diaplikasikan pada pesawat terbang menggunakan kamera khusus dan operator kamera yang khusus terlatih untuk hal tersebut. Jika mencermati pemotretan udara, pada dasarnya dapat mengaplikasikan kamera tipe DSLR. Kamera DSLR pada tipe fullframe memiliki resolusi dan tingkat ketajaman tinggi. Dengan demikian kamera DSLR dapat memiliki peluang untuk dimanfaatkan pada pencitraan foto udara.Sensor spectral tunggal pada kamera tipe DSLR masih dapat diaplikasikan untuk keperluan mencitrakan permukaan bumi. Konsistensi tersebut dapat memberikan kosistensi citra jija disbanding dengan kamera khusus untuk pemotretan udara pada umumnya. Pemantaatan kamera DSLR untuk keperluan foto udara dapat diaplikasikan dan biaya yang diperlukan lebih murah dibanding dengan perangkat konvensional sebelumnya.
Concepts :
Access to Document
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2017 | 0 |