PENGARUH KETINGGIAN AIR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BELUT (Monopterus albus)

Authors : Atiasyifa kusuma Ningtyas; Muhammad Marzuki; Muhammad Junaidi
article cite 1 Year 2018
source: Jurnal Perikanan Unram
Abstract

Budidaya belut yang umum digunakan selama ini adalah menggunakan substrat lumpur, namun terdapat beberapa kelemahan dalam metode ini baik dari segi waktu persiapan yang lama dan sulitnya dalam pemantauan. Salah satu solusinya adalah penggunaan media air jernih sebagai media pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian air terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah tanpa substrat. Belut yang digunakan memiliki bobot rata-rata 19,38±1,30 gram dan panjang rata-rata 6,78±1,01 cm yang dipelihara selama 70 hari masa pemeliharaan dalam dua ketinggian air yang berbeda, yaitu (A) 3 cm dan (B) 5 cm. Berdasarkan hasil Uji t bebas menunjukkan perlakuan B memberikan pertumbuhan panjang mutlak yang lebih tinggi dengan nilai 2,24 cm serta kelangsungan hidup sekitar 80%. Namun tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) pada pertumbuhan bobot mutlak (2,47-2,83 gram) dan laju pertumbuhan bobot spesifik (0,45-050%).
 
 Kata kunci: belut sawah, ketinggian air, kelangsungan hidup, pertumbuhan


Concepts :
Fish Biology and Ecology Studies
Marine and Coastal Ecosystems
Aquatic life and conservation
article cite 1 Year 2018 source Jurnal Perikanan Unram
SDGs
Life in Land
Citations by Year
YearCount
2018 1