Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif \nmatematika siswa melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri. Subjek \npenelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 MTs Negeri 2 Medan yang berjumlah \n47 orang. Objek penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir \nkreatif matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran Inkuiri pada \nmateri pokok relasi dan fungsi. Hasil analisis data yang diberikan kepada 47 \norang siswa pada kemampuan berpikir kreatif awal siswa, yaitu 5 orang siswa \natau 10,6% yang telah mencapai ketuntasan, 42 orang siswa atau 89,4% belum \ntutas. Setelah itu dari hasil analisis data setelah pemberian tindakan siklus I \ndiperoleh 18 siswa atau 38,9% dari 47 siswa telah mencapai ketuntasan \nkemampuan berpikir kreatif matematika siswa dan 29 siswa lainnya atau 61,7% \nbelum tuntas dengan nilai rata-rata kelas 61,71. Setelah tes kemampuan berpikir \nkreatif siklus II dilakukan barulah tercapai ketuntasan klasikal dan mengalami \npeningkatan ketuntasan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa sebesar \n51,06% atau 24 orang siswa dari siklus I. Dari hasil tes kemampuan berpikir \nkreatif matematika II diperoleh 42 siswa atau 89,36% dari 47 siswa telah \nmencapai ketuntasan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa dengan \nnilai rata-rata kelas 75,17. Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk \nmeningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa adalah: (1) \nMelatih siswa berdiskusi dalam kelompok untuk membuat hipotesis terhadap \nmasalah yang diberikan, (2) Memberikan motivasi agar siswa mengeluarkan \npendapat dan ide-ide mereka dalam menyelesaikan persoalan matematika. \nDengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model \npembelajaran Inkuiri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif \nmatematika siswa di kelas VIII-2 MTs Negeri 2 Medan.