Abstract
Nusa Tenggara Barat dihuni oleh tiga kelompok suku besar yaitu; Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok, Suku Samawa, yang mendiami Pulau Sumbawa bagian barat, dan Suku Mbojo yang mendiami bagian tengah dan timur Pulau Sumbawa. Masuknya orang-orang suku lain di Indonesia seperti Bali, Jawa, Medan, dan sebagainya ikut mewarnai keragaman budaya masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbaurnya berbagai karakter, budaya, dan adat istiadat dalam suatu komunitas kehidupan sangat potensi menimbulkan konflik yang bernuansa suku, agama, aliran kepercayaan, dan ras sangat mencolok terjadi di beberapa tempat di NTB. Fakta tersebut terjadi salah satunya disebabkan oleh lemahnya sikap toleransi dalam diri masyarakat. Sikap toleransi hanya bisa ditumbuhkembangkan melalui dunia pendidikan yang terencana dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui model perangkat pembelajaran PKn berbasis toleransi untuk sekolah/madrasah pada daerah rawan konflik, 2) Untuk mengetahui kemampuan guru PKn dalam menerapkan perangkat pembelajaran PKn berbasis teleransi yang dikembangkan, 3) Untuk mengetahui keterampilan sosial siswa dalam pembelajaran PKn, 4) Untuk mengetahui sikap toleransi siswa setelah pembelajaran, 5) Untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa setelah pembelajaran PKn berbasis toleransi yang dikembangkan. Tahapan-tahapan dalam penelitian yang telah dilakukan sebagai berikut: (1) pengembangan perangkat ajar berupa silabus, RPP, LKS (2) Validasi Ahli dan Ujicoba Perangkattelah dilaksanakan, kemudian data hasil uji coba belum dianalisis.
Concepts :
Access to Document
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2018 | 0 |