Abstract
Pengemasan gula aren yang dilakukan oleh petani hanya membungkus ala kadarnya dengan daun pisang kering bahkan tidak dikemas sama sekali. Demikian juga halnya limbah nira dan bunga aren belum termanfaatkannya secara baik. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan lebah madu yang dapat menjadi usaha sampingan para petani gula-aren. Dengan demikian kedua usaha tersebut dapat disinergiskan untuk meningkatkan pendapat para petani. Kegiatan ini dilakukan dengan metode kaji tindak partisipatif aktif (Partisipatory Action Research) di lapangan yang melibatkan para petani secara aktif sejak persiapan hingga evaluasi. Lokasi kegiatan dilakukan di dua dusun, yaitu Dusun Bentek dan Kekait Daya yang berlangsung sejak tanggal 6 November hingga 23 Desember 2013. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan penghasilan yang sangat signifikan bagi petani gula-aren setelah melakukan inovasi pengemasan, yaitu mencapai sekitar 3-5 kali lipat (Rp 180.000- 276.000 sekali berproduksi gula) dibandingkan dengan bila tidak melakukan inovasi pengemasan hanya Rp 40.000-60.000 per produksi. Terjadi perbaikan cara pengemasan gula-aren menjadi lebih moderen, praktis dan memiliki nama dagang. Terjadi perubahan perilaku pemanfaatan limbah bunga aren dan nira-aren untuk beternak lebah madu Trigona.