Abstract
Pendahuluan: Berdasarkan penelitian sebelumnya di Asia, angka kejadian tinitus sekitar 10,9%. Tinitus menunjukkan kaitan yang erat dengan gangguan psikologis dan sosial serta menyebabkan penurunan kualitas hidup.Sebagian besar pasien mengeluh mengalami gangguan tidur, cemas, bahkan depresi. Terdapat beberapa faktor yang diduga mempengaruhi kualitas hidup pasien tinitus seperti usia, jenis kelamin dan lokasi tinitus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh faktor-faktor tersebut pada kualitas hidup pasien tinitus.
 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain belah lintang. Sampel penelitian adalah 37 pasien tinitus yang berkunjung ke poli THT RSUD Provinsi NTB yang telah memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. Responden kemudian mengisi kuisioner Tinnitus Handicap Inventory (THI). Data yang diperoleh kemudian diuji validitas dan reliabilitas, dilanjutkan dengan uji Mann-Withney dan Kruskall-Wallis untuk mengetahui pengaruh faktor usia, jenis kelamin, dan lokasi tinitus terhadap kualitas hidup.
 Hasil: Berdasarkan skor THI, 86,8% pasien tinitus mengalami gangguan kualitas hidup dengan berbagai derajat. Dari hasil analisis data mengenai pengaruh usia terhadap kualitas hidup didapatkan nilai p=0,957 (p>0,05) ini berarti tidak terdapat perbedaan kualitas hidup pasien tinitus pada keempat kelompok usia. Hasil uji terhadap variabel jenis kelamin memberikan hasil p=0,430 (p>0,05), ini juga berarti tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara laki-laki dan perempuan. Uji terhadap variabel lokasi tinitus memberikan nilai p=0,631 (p>0,05). Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara pasien dengan tinitus bilateral maupun unilateral.
 Simpulan: Kualitas hidup pasien tinitus tidak dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan lokasi tinitus.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2017 | 0 |