Abstract
Latar Belakang: Efek ekstrak buncis (Phaseolus vulgaris) terhadap ambilan 14C-D-glukosa otot soleus telah diuji pada tikus diabetes induksi aloksan.
 Metode: Metode perunutan radioisotop dengan 14C-D-glukosa digunakan untuk mengukur ambilan glukosa otot soleus, sedangkan metode enzimatik glukosa oksidase-peroksidase digunakan untuk menentukan kadar glukosa darah. Pengukuran dilakukan pada jam ke 1, 3 dan 5 setelah pemberian secara oral ekstrak buncis dengan dosis 300 mg/kg bb.
 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambilan 14C-D-glukosa otot terbesar (p<0,001) terjadi pada jam kelima setelah pemberian ekstrak. Efek ekstrak buncis terhadap ambilan 14C-D-glukosa otot dua kali lebih kuat dibanding efek metformin yang digunakan sebagai pembanding standar obat hipoglikemik oral.
 Kesimpulan: Efek ekstrak buncis terhadap penurunan kadar glukosa darah maupun respon ambilan 14C-D-glukosa otot yang dihasilkan lebih tinggi dibanding efek metformin.