Urgensi Bermain Sebagai Stimulasi Perkembangan Otak dan Solusi Mengatasi Kekerasan (Child Abuse) dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Authors : Warni Djuwita
article cite 7 Year 2018
source: QAWWAM
Abstract

Usia emas, usia stimulasi fungsi otak. otak tumbuh sangat pesat mencapai 70-8% diawal kehidupan anak, bayi 3 bulan ojtaknya telah membentuk koneksi yang jumlahnya 2 kali orang dewasa sekitar 1000 triliun melalui berbagai aktivitas visual, auditori, sensori dan motori Neurobiologis perkembangan otak dipicu oleh stimulasi dan pengalaman-pengalaman baru1 Silberg cara terbaik untuk mengembangkan jaringan hubungan pada otak anak kecil adalah dengan memberinya apa yang dibutuhkan, yakni suatu lingkungan yang menarik untuk dijelajahi, yang aman, dipenuhi dengan orang-orang yang merespons kebutuhan emosional maupun intellektualnya, yakni melalui program bermain2.
 Musfiroh Tadkiroatun Stimulasi lingkungan ibarat pahatan yang bekerja membentuk sel-sel otak sehingga otak dapat berkembang dengan baik. Stimulasi yang menyenangkan, yang memberikan keleluasaan anakuntuk bereksplorasi melalui kegiatan menyanyi, menari, melukis, atau kegiatan bermain lainnya ( Erikson, 1990, dalam Gutama. 2003)3. dalam bermain ada penyaluran bagi energi emosional yang terpendam, bermain merupakan sarana bagi anak untuk menyalurkan ketegangan atau traumatik (kekerasan) yang disebabkan oleh pembatasan lingkungan terhadap prilaku mereka. Melalui program bermain, solusi untuk menetralisir, memori bawah sadar anak, untuk tidak menjadi catatan-catatan buruk (child abuse) yang terbawa hingga dewasanya dalam agamapun bergerak dan bermain itu tersirat dalam Sabda Rosulillah Saw " keringat anak kecil menambah kecerdasannya diwaktu dewasa" ( HR. AT-Tarmidzi)


Concepts :
Child Development and Education
Education and Character Development
Educational Methods and Impacts
article cite 7 Year 2018 source QAWWAM
SDGs
Peace, Justice and strong institutions
Citations by Year
YearCount
2018 7