Abstract
Pada tahun 2016, sebanyak 76,17 persen (486 dari 826 KK) penduduk Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat tergolong miskin. Jumlah tersebut diprediksi meningkat, terutama setelah terjadi gempa bumi Lombok pada medio 2018 yang menyebabkan 876 rumah (97 %) warga rusak berat. Pengangguran pun semakin bertambah. Meningkatnya jumlah pengangguran juga disebabkan bertambahnya angka putus sekolah. Perlu pembentukan komunitas pemuda kreatif yang aktif bergerak di bidang sosial dan ekonomi, guna mengatasi problematika pemuda putus sekolah dan pengangguran, sekaligus sebagai sarana penyaluran potensi sosial pemuda. Pembentukan komunitas tersebut diawali dengan pemetaan potensi pemuda, lalu FGD (focus group discussion) yang menyertakan pemuda Desa Guntur Macan sebagai peserta utama. FGD ini berfungsi memahamkan urgensi pembentukan komunitas pemuda kreatif, sekaligus rekayasa sosial menumbuhkan minoritas kreatif sebagai unsur perubahan. Program selanjutnya: Sarasehan dan Launching Komunitas, sebagai upaya menyamakan persepsi antara pemuda dan warga desa, serta pengokohan terbentuknya komunitas pemuda kreatif. Kegiatan ini menghasilkan terbentuknya komunitas pemuda kreatif Desa Guntur Macan, yang berimbas pada kegiatan-kegiatan positif lainnya: workshop Cara Murah dan Kreatif Mengolah Botol Bekas Menjadi Hiasan Berharga, dan pelatihan Cara Kreatif Membangun Jejaring Sosial Online Tanpa Keluar Rumah.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2020 | 2 |