Abstract
Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peranan penting sebagai tempat mencari makan (feeding ground), tempat pemijahan (spawning ground) dan tempat asuhan (nursery ground) berbagai jenis biota. Dewasa ini ekosistem lamun terus menerus mendapatkan tekanan yang mengancam kelestariannya (Bengen, 2004), baik diakibatkan fenomena alam atau karena aktivitas manusia. Mengingat peranan vital yang dimiliki ekosistem lamun, maka diperlukan berbagai upaya untuk menjaga kelestariannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pendataan (monitoring) ekosistem lamun, dengan melibatkan masyarakat sekitar yang sehari-harinya berinteraksi dengan ekosistem lamun. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu berupa penyuluhan, pengenalan jenis-jenis lamun, manfaat serta ancamannya, dan simulasi pendataan status ekosistem lamun dengan berpedoman pada standar internasional yang ditetapkan oleh Seagrass Watch. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias berperan aktif dalam upaya pelestarian ekosistem lamun, karena ekosistem ini memiliki peranan yang besar terhadap kelangsungan hidup berbagai biota laut yang menjadi bahan konsumsi mereka sehari-hari