Abstract
Desa Pusuk Lestari merupakan salah satu desa yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani aren yang melakukan penyadapan air nira aren atau tuak manis. Sebagian besar masyarakat Desa Pusuk Lestari hanya dapat mengolah air nira aren menjadi gula batok atau bahkan air nira langsung di jual tanpa diolah. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya pengetahuan cara mengoptimalisasi air nira aren menjadi produk olahan gula semut dengan nilai jual yang tinggi. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengadakan penyuluhan pemanfaatan air nira aren dan pelatihan pembuatan gula semut. Tujuan kegiatan ini yaitu memperbaiki sektor perekonomian Desa Pusuk Lestari dengan meningkatkan nilai jual produk gula semut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus dalam bentuk deskriptif. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai gula semut yang memiliki nilai ekonimis lebih tinggi dibandingkan dengan gula batok. keterampilan masyarakat mengenai pembuatan gula semut semakin meningkat. keterampilan masyarakat Desa Pusuk Lestari dalam mengemas gula semut meningkat. Manajemen usaha dan strategi pemasaran diberikan agar usaha yang dijalankan tetap berkelanjutan serta memperluas jangkauan pemasaransebesar 34.40 % dan yang terendah adalah energi angin yaitu sebesar 33.60 %.
Concepts :
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2020 | 6 |