Abstract
Pengrajin batako di desa Karang Baru Mataram, selama ini masih menggunakan metode yang sederhana dalam menetukan harga pokok per unit produk, yaitu dengan cara menjumlahkan semua biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Mereka belum menghitung biaya overhead pabrik dan melakukan pemilahan biaya yang bersifat tetap dan variabel. Penentuan harga jual didasarkan pada harga pokok per unit ditambah dengan margin yang diinginkan, dengan mempertimbangkan harga jual yang berlaku di pasar. Kondisi ini mengakibatkan perhitungan harga pokok produk belum akurat/cermat dan munculnya kesulitan dalam pengambilan keputusan jika ada pesanan dalam jumlah besar, dengan harga khusus (di bawah harga jual normal). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka tentang perhitungan harga pokok produk dengan metode variable costing, dengan melakukan asistensi langsung. Hasil menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok per unit dengan metode variable costing lebih cermat/teliti/akurat, dibandingkan dengan metode sebelumnya