Abstract
Kabupaten Lombok Barat sebagai salah satu kabupaten tersubur di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih mengandalkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai sektor terbesar penyumbang PDRB. Namun pertumbuhan ekonomi untuk ketiga sektor ini tidak begitu banyak memberikan dampak kesejahtaraan pangan masyarakat secara menyeluruh. Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat vital, yang menyediakan kebutuhan pangan dari semua masyarakat. Konsep agroekowisata saat sekarang ini sangat banyak digandrungi oleh banyak pengembang pariwisata. Salah satu desa di Kabupaten Lombok Barat yang memiliki potensi pengembangan agroekowisata adalah desa saribaye. Desa saribaye memiliki luas wialayah + 131.62 Ha dimana didominasi oleh lahan pekarangan/pemukiman sebasar 8. 002 Ha./m². Jumlah KK yang mempunyai lahan hanya 102 KK atau 13,9%, artinya sebagian besar masyarakat hanya memiliki lahan yang sempit sebagai tempat tinggal. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan lokasi pemukiman di Desa Saribaye berhimpitan. Kondisi ini sangat ironis, dengan potensi sumber daya alam yang begitu besar namun tidak dapat dinikmati secara optimal oleh seluruh masyarakat. Untuk itu, secara umum tujuan pengabdian ini adalah membangun desa mandiri pangan melalui optimalisasi pekarangan sempit dan mendukung pengembangan potensi agroekowisata Desa Saribaye. Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah 1) memenuhi kebutuhan pangan keseharian masyarakat Desa Saribaye; 2) terbentuknya sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Saribaye; dan 3) terbentuknya produk spesifik dari Desa Saribaye untuk menunjang pengembangan potensi agroekowisata Desa Saribaye. Adapun metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan menerapkan perpaduan antara demonstration plot dan penyuluhan mengenai pentingnya optimalisasi lahan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan hasil yang positif, kelompok sasaran mampu mengembangkan produk tabulampot berbagai jenis buah, yang diminati oleh konsumen dan memiliki daya jual yang tinggi. Harga jual produk tabulampot ini berkisar antara 350 ribu rupiah sampai 500 ribu rupiah. Sedangkan, pengembangan lorong sayur mampu menciptakan lingkungan tempat tinggal masyarakat Desa Saribaye menjadi lebih asri
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2020 | 0 |