Abstract
Lahan pertanian di Lombok Utara, secara umum, merupakan lahan kering dengan tingkat produktivitas rendah, implikasinya berpengaruh terhadap penghasilan petani. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi, dan transfer teknologi dan diversifikasi tanaman, tidak hanya tanaman pangan pokok saja tetapi juga tanaman hortikultura. Pengembangan tanaman hortikuktura membuka peluang dalam peningkatan produktivitas, indeks pertanaman dan sekaligus pendapatan masyarakat dengan menjamin Keberlangsungan suplai produk hortikultura untuk kebutuhan pasar. Penerapan pola tumpangsari, penanaman diluar musim, dan introduksi tanaman baru dapat meningkatkan produktivitas, Indeks Pertanaman dan jenis tanaman sayuran yang diusahakan.