PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI PAUD PONPES NURUL WATHAN LOMBOK TENGAH

Authors : Made Sutha Yadnya; Paniran Paniran; Abdullah Zaenudin; Bulkis Kanata; Dwi Ratnasari et al.
article cite 1 Year 2020
source: Prosiding PEPADU
Abstract

Obsevatorium di Rembitan bagian dari PUI Geomagnetik mengukur magnet bumi dengan satuan magnet bumi nTesla (Nano Tesla). Hasil pengukuran terjadi anomali (penurunan nilai magnet bumi. Ini merupakan precursor akan terjadinya gempa. Ponpes NW terlekak 5 Km dari Rembitan merupakan salah satu objek pelaksanan program pengabdian kepada masyarakat oleh kelompok riset Teknologi ElektroMagnetika dan Konservasi Lingkungan untuk Kemanusiaan . Berdasarkan sejarah terjadinya gempa bumi memiliki siklus tertentu dengan rentang periode kembali terjadi. Salah satu bukti adalan gempa Tanjung (KLU) yang terjadi pada tahun 1979, kembali gempa terjadi di KLU. Minggu (29/07/2018) gempa berkekuatan magnitudo 6,4 SR sampai 7,2 SR mengguncang wilayah Pulau Lombok (regional Sumbawa). Penelitaian gempa yang terjadi di KLU merupakan pergerakan sesar Flores di bagian utara Provensi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan disebelah selatan NTB ada sesar yang panjang sekali berpotensi dari prediksi sampai 8,3 SR dan berpotensi tsunami yang berdurasi periode 2 tahunan harus tetap waspada. Kesadaran serta pengetahuam tentang gempa bumi dan tsunami masih minim untuk PAUD, sehingga Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram melaksanakan pengbdian pada mayarakat dengan mengadakan program siaga bencana gempa bumi dan tsunami. Pelaksanaan menggunakan apkikasi Zoom secara langsung ditempat (NW) dan dari Mataram karena kondisi Covid-19. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta PAUD rencana hadir 38 orang dan yang hadir 34 orang beserta guru pemandu. Hasil yang diperoleh semua peserta (PAUD) mengerti dan siaga terhadap gempa bumi dan tsunami.


Concepts :
Geological and Geophysical Studies
article cite 1 Year 2020 source Prosiding PEPADU
Access to Document
Citations by Year
YearCount
2020 1