Abstract
Salah satu usaha mitigasi bencana banjir adalah evakuasi warga, yakni usaha memindahkan warga ke tempat yang lebih aman dari terjangan gelombang banjir. Sayangnya evakuasi selalu mengalami keterlambatan karena berlangsung pada saat banjir telah mencapai tempat warga. Keadaan ini menyebabkan proses evakuasi tidak maximal dan berpotensi menimbulkan banyak kerugian baik harta maupun jiwa. Proses evakuasi dapat dilaksanakan lebih awal apabila tersedia informasi tentang banjir yang akan terjadi. Penelitian ini bermaksud untuk membuat sistem yang dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan dengan cara membuat Sistem Peringatan Dini Banjir (FEWS, Flood Early Waring System). Penelitian ini merupakan lanjutan yang difokuskan untuk membuat model penelusuran hujan menjadi aliran banjir di sungai. Model ini berfungsi untuk memprediksi karakteristik banjir (lokasi, waktu, durasi, dan besar) dengan cara menelusuri mekanisme banjir mulai dari air hujan yang jatuh di permukaan bumi yang menampung hujan sampai menjadi aliran banjir di sungai. Penyusunan model menggunakan persamaan kontinuitas dan persamaan Sint Venant yang mempresentasikan mekanisme aliran air dalam saluran terbuka. Persamaan tersebut diselesaikan dengan metode numerik diferensi hingga skema implisit Preissmann. Algoritma hitungan menggunakan metode sapuan ganda (double sweep). Model yang tersusun selanjutnya diinstal dalam sistem peringatan dini banjir, yang secara otomatis dapat mensimulai hujan-aliran sehingga menghasilkan informasi banjir yang diperlukan. Dari hasil simulasi dengan data hipotetik, model dapat membuat simulasi hujan-aliran dan menghasilkan informasi karakterisik banjir yang diperlukan yakni lokasi yang diperkirakan terjadi terjadi banjir, waktu terjadi banjir, durasi (lama) banjir, dan besar banjir. Agar sistem ini bekerja secara real time diperlukan peralatan telemetri yang dapat menerima dan mengirimkan data dan informasi secara daring.