Abstract
Penelitian ini menjelaskan bagaimana kapasitas perempuan pengolah hasil pertanian berbasis kedelai dalam mendukung diversifikasi pangan rumah tangga di Kota Mataram, serta bagaimana hubungannya dengan dukungan penyuluhan dan pemerintah. Tiga kecamatan yaitu Sandubaya, Sekarbela, dan Selaparang adalah lokasi pengambilan data dengan metode penelitian survei. Wawancara dilakukan terhadap 60 responden, kemudian data dianalisis dengan statistik deskriptif, statistik inferensial korelasi pearson, dan uji beda Anova. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perempuan pengolah hasil pertanian berbasis kedelai di Kota Mataram memiliki kapasitas diri yang tergolong tinggi dan kapasitas usaha tergolong sangat tinggi. Tinggiya dukungan penyuluhan dan dukungan pemerintah berhubungan positif dengan kapasitas diri dan usaha. Maka, keberadaan penyuluh dan dukungan pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha perempuan pengolah hasil pertanian berbasis kedelai.