Abstract
Kualitas mikrobiologis telur ayam kampung merupakan parameter mutu yang penting karena jenis telur ini umumnya dikonsumsi setengah matang atau bahkan mentah tanpa proses pemanasan. Salah satu metode yang dianggap sebagai alternatif yang efektif dan aman untuk meningkatkan mutu mikrobiologis pada telur adalah dengan menggunakan senyawa antimikroba alami. Ekstrak Sargassum sp mengandung senyawa antimikroba alami yang menunjukkan aktifitas penghambatan terhadap E. coli dan Salmonella yang umum menjadi mikroba kontaminan pada telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dengan ekstrak etanol Sargassum crassifolium terhadap mutu mikrobiologis telur ayam kampung. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi ekstrak etanol Sargassum crassifolium (0%, 20%, 40% dan 60%) dan lama perendaman (30, 60 dan 90 menit). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ekstrak etanol S. crassifolium dengan konsentrasi terendah (20%) dengan lama perendaman paling singkat (30 menit) mampu menghasilkan telur sesuai standar SNI berdasarkan total mikroba yaitu <2,50 × 10 4 CFU/cangkang, akan tetapi belum mampu memenuhi persyaratan total coliform, E. coli dan Salmonella. Kombinasi konsentrasi ekstrak S. crassifolium 60% dan lama perendaman 90 menit merupakan perlakuan terbaik dengan jumlah total mikroba <2,50 × 10 4 CFU/Cangkang, nilai coliform 9,2 APM/cangkang, nilai E. coli 9,2 APM/cangkang, dan menghasilkan cangkang telur ayam konsumsi yang bebas Salmonella sp . Kombinasi perlakuan ini dapat direkomendasikan sebagai metode desinfeksi telur karena menghasilkan produk yang sesuai dengan persyaratan SNI.