Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efektivitas pupuk hayati beragensi bakteri pelarut fosfat (BPF) dalam meningkatkan ketersediaan P dan efisiensi penggunaan pupuk P-anorganik Ponska pada tanaman jagung. Penelitian dilakukan di rumah kaca yang ditata menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan kombinasi yaitu tanpa pemupukan (P1), pemberian 5 ml BPF ( densitas109sel/ml) per tanaman (P2), pupuk anorganik (75% takaran rekomendasi) (P3), pupuk anorganik (75% takaran rekomendasi) + 5 ml BPF ( densitas109sel/ml) per tanaman (P4), pupuk anorganik (75% takaran rekomendasi) + kompos 10 g/tan (P5), dan pupuk anorganik (75% takaran rekomendasi) + kompos 10 g/tan + 5 ml BPF ( densitas109sel/ml) per tanaman (P6). Setiap perlakuan dilakukan 3 ulangan, sehingga didapatkan 18 pot percobaan. Variabel yang dikaji terdiri atas variabel tanah yaitu Tekstur tanah, pH, C-Organik, dan P tersedia. Sedangkan variabel tanaman meliputi serapan P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P6 memberikan P tersedia tanah tertinggi yaitu 16,30 ppm dengan tingkat efisiensi penggunaan pupuk anorganik 19,43 %.