Abstract
Karena pertimbangan penyelamatan produksi dan efisiensi, pengendalian gulma dengan herbisida telah berkembang cepat. Diduga herbisida berdampak buruk terhadap tanaman lain yang ditanam bersama-sama maupun sebagai tanaman susulan. Karena itu telah dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemempanan herbisida Atrazin, Alakhlor, 2,4-D Amine, Oxsadiozon dan Gliphosate terhadap gulma tanaman jagung dan dampak residunya terhadap aktivitas Rhizobium dan penyakit bercak daun pada kacang tanah. Metode penelitian eksperimental dengan percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan herbisida dan satu perlakuan kontrol. Kelima jenis herbisida sangat mempan terhadap gulma berdaun lebar. Herbisida Atrazin dan Gliphosate mempan terhadap gulma rumput-rumputan dan teki, Oxadiozon cukup mempan dan herbisida Alachlor dan 2,4-D kurang mempan. Residu herbisida Oxadiozon, Alakhlor dan 2,4-D Amine berdampak positif terhadap pertumbuhan dan aktivitas rhizobium, sehingga menyebabkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah nyata debih tinggi dibandingkan dengan perlakuan herbisida Gliphosat dan Atrazin. Resisu herbisida Gliphosat dan Atrazin yang menimbulkan keracunan ringan pada kacang tanah berdampak terhadap intensitas penyakit bercak dauan yang ditimbulkannya, yaitu nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan herbisida Oxadiozon, Alakhlor dan 2,4-D Amine. Akibatnya kacang tanah tidak dapat menyelesaikan siklus hidupnya yang dibuktikan dengan rendahnya bobot biomas kering tanaman dan hasil biji kacang tanah.