Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep fair trade dalam komoditas perdagangan tembakau di wilayah Lombok. Masalah ini akan diungkap melalui pendekatan ekonomi politik, yakni melihat bagaimana pola hubungan yang terjadi antara buyer dan produsen dalam kerangka perdagangan adil. Analisis ini memuat 3 aspek yang termuat dalam 10 prinsip fair trade, yakni ekonomi menyangkut isu kesejahteraan petani tambakau, kedua, sosial aspek keadilan gender dan pekerja dalam rantai perdagangan tambakau serta ketia aspek lingkungan menyoroti masalah sertifikasi tembakau terkait pengovenan tembakau menggukan kayu sebagai bahan bakar. Penelitian ini akan mengguakan 2 konsep dalam menjawab permasalahan diatas yakni metode global value chain serta konsepsi tentang praktek fair trade. Hasil penelitian ini menemukan bahwa fair trade/perdagangan adil dalam perdagangan tembakau di lombok tidak berjalan dikarenakan 2 hal yakni rantai perdagangan yang panjang dan tidak transparan diantara aktor yang terlibat, serta minimnya pernanan asosiasi petani dalam mengedukasi mengenai perdagangan yang adil.
Concepts :
Access to Document
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2021 | 2 |