Abstract
Monitoring kondisi tata air suatu wilayah sungai penting dilakukan untuk keperluan mitigasi dan antisipasi dini kerusakan daerah aliran sungai. Penilaian kondisi tata air Sungai Jangkok diperlukan sebagai upaya pemantauan kekritisannya, mengingat sungai ini memiliki utilitas tinggi guna mencegah berbagai resiko bencana serta menjamin kelestarian airnya. Sungai Jangkok adalah sungai penting yang memiliki utilitas tinggi di Pulau Lombok. Melayani 7 bendung dengan total Daerah Irigasi seluas 2725 ha, serta membagi airnya lintas DAS melalui High Level Diversion . Penilaian kondisi tata air Sungai Jangkok ini bertujuan untuk menilai kondisi Sungai jangkok selama 15 tahun terakhir menggunakan Permenhut RI no 61/Menhut-II/2014 tentang Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Dimulai dari pengumpulan data dari instansi terkait kemudian dilakukan analisis hingga menghasilkan skor. Hasil penilaian kondisi tata air Sungai Jangkok menunjukkan indikator baik namun memiliki kecenderungan terus memburuk, diantaranya ditunjukkan oleh kecenderungan terus meningkatnya nilai Koefisien Rezim Aliran dan Koefisien Aliran Tahunan. Nilai Koefisien Rezim Aliran rerata bagian hulu adalah 61 (kategori sedang) dan bagian hilir 197 (kategori sangat tinggi) dengan laju peningkatan masing-masing 9.78 dan 19.49 per tahun. Nilai Koefisien Aliran Tahunan rerata bagian hulu adalah 0.12 (kategori sangat rendah) dan di bagian hilir 0.22 (kategori rendah) dengan laju peningkatan masing-masing sebesar 0.009 dan 0.013 per tahun. Sedangkan kecenderungan nilai Indeks Penggunaan Air justru mengalami penurunan dengan nilai rerata tahunan sebesar 0.5 (kategori rendah) dan laju penurunan sebesar -0.017 per tahun. Penilaian kekritisan daerah aliran sungai Jangkok dari parameter tata air menyimpulkan bahwa daerah aliran Sungai Jangkok berada dalam kategori BAIK namun terindikasi terus memburuk sehingga membutuhkan perhatian yang serius untuk dapat mempertahankan fungsi dan menjamin kelestariannya.