Untitled

Authors : Pande Komang Suparyana; I G N Anom; Dudi Septiadi; Aeko Fria Utama FR; Putu Eka Pasmidi Ariati et al.
paratext cite 0 Year 2019
source: Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek (JASINTEK)
Abstract

Desa Mengani yang terletak di bukit, menjadikan lahan pertanian memiliki potensi pengembangan pertanian ramah lingkungan dikarenakan dekat dengan sumber air dan hampir tidak ada cemaran yang ada pada lahan tersebut. Pemakaian pupuk organik sudah mulai diaplikasikan oleh petani, akan tetapi penggunaan pestisida masih menerapkan pestisida kimia. Dampak dari penggunaan pestisida kimia selain berbahaya bagi tanaman dan lingkungan, tetapi dapat menimbulkan semakin banyaknya jenis hama dan penyakit baru yang menyerang tanaman. Tidak digunakannya pestisida organik oleh petani di Desa Mengani dikarenakan kurang pahamnya petani terhadap aplikasi penggunaan pestisida organik yang efektif dan efisien. Sehingga Kelompok Tani perlu mendapatkan sosialisasi manajemen dalam Agro-Entrepreneurship menuju pertanian yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini memberikan pengetahuan serta keterampilan bagi petani. Setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan, Petani sudah bisa mengetahui hama yang menyerang pada lahan pertaniannya serta teknik pengendaliannya. Petani juga dapat melakukan pengangan pasca panen yang memberikan nilai ekonomis lebih tinggi dari pada sebelum diberikan pelatihan. Secara umum petani yang mengikuti pelatihan menunjukkan respon yang baik dan aktif selama kegiatan ini berlangsung. Pada akhir pelaihan dan penyuluhan, petani mengetahui biaya-biaya dan efesiensi pemasaran pada komoditi Kubis dilahan pertaniannya


Concepts :
Agricultural Development and Management
Agricultural Research and Practices
paratext cite 0 Year 2019 source Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek (JASINTEK)
SDGs
Decent work and economic growth
Citations by Year
YearCount
2019 0