Abstract
Jalan Lingkar Selatan Tanjung Karang (Loang Baloq), Mataram merupakan salah satu daerah wisata pesisir di Pulau Lombok yang memiliki potensi untuk dikembangkan berdasarkan karakteristik daerahnya. Salah satu wisata yang dapat dikembangkan di daerah Loang Baloq adalah sentra kuliner. Kuliner yang terdapat di Jalan Lingkar Selatan Tanjung Karang (Loang Baloq), adalah pusat kuliner Ikan Panggang atau Seafood. Saat ini sudah terdapat lebih dari 20 penjual Kuliner Seafood di Jalan Lingkar Selatan Tanjung Karang (Loang Baloq). Perbedaan tingkat pengetahuan yang mendasari tentang sanitasi dalam proses produksi ikan panggang dipengaruhi oleh tingkat Pendidikan dan sosial ekonomi diantara para penjual ikan panggang di Jalan Lingkar Selatan Tanjung Karang (Loang Baloq). Rendahnya tingkat Pendidikan menyebabkan pengaplikasian prinsip sanitasi tidak sesuai pada proses produksi ikan panggang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pemahaman dan kesadaran para pedagang ikan panggang terhadap sanitasi dalam pengolahan pangan meningkat. Para pedagang menggunakan masker, celemek, dan sarung tangan dalam mengolah ikan panggang. Selain itu pemahaman, kesadaran dan keterampilan para pedagang dalam mencuci tangan sesuai dengan standard WHO juga meningkat.