PEMANFAATAN KAIN TENUN ETNIK SASAK, SAMAWA DAN MBOJO SEBAGAI PERWUJUDAN EKONOMI KREATIF

Authors : Peri Anggraeni; Ririn Ayu Prastika; Rizki Amalia Nuraini; Vivin Wulantari; Ulia Arta Sari
article cite 0 Year 2019
source: Prosiding Program Kreativitas Mahasiswa
Abstract

Derasnya arus globalisasi mengakibatkan berkurangnyaa kecintaan masyarakat Indonesia terhadap produk lokal. Masyarakat Indonesia lebih cenderung membeli produk impor daripada produk lokal demi mengikuti trend fashion saat ini. Hal ini dibuktikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan total impor barang sepanjang Agustus 2017 sebesar USD 1,19 miliar, atau naik 9,39% dibandingkan bulan sebelumnya; dari Januari sampai Agustus 2017 tercatat sebesar USD 9,07 miliar atau naik 11,76% dibandingkan Januari sampai Agustus 2016. Generasi muda di Nusa Tenggara Barat, kurang berminat menggunakan produk-produk lokal dan cenderung menggunakan produk impor. Oleh karena itu, kami menciptakan JONES. JONES merupakan jam tangan yang diberi sentuhan kain tenun khas suku Sasak, Samawa dan Mbojo yang merupakan tiga etnis besar di NTB. Produk yang dihasilkan dibagi menjadi tiga tipe yakni tipe 1 premium, tipe 2 android dan tipe 3 yakni exclusive. Dalam kurun waktu 4 bulan (April-Juli 2018) telah terjual sebanyak 6 pasang strap dan 73 unit jam tangan, yang terdiri dari 72 unit jam tipe premium dan 1 jam tipe android. Strategi pemasaran yang digunakan adalah mengikuti bazar, pameran, tokopedia, instagram, facebook dan langsung menjualnya kepada konsumen.


Concepts :
SMEs Development and Digital Marketing
Impulse Buying and Technology Impacts
article cite 0 Year 2019 source Prosiding Program Kreativitas Mahasiswa
Access to Document
SDGs
Decent work and economic growth
Citations by Year
YearCount
2019 0