Abstract
Kacang tanah adalah makanan pokok keempat setelah padi, jagung, dan kedelai. Hal ini disebabakan tingginya kandungan gizinya, antara lain kaya akan lemak nabati, protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Kacang tanah memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena biji komoditi ini dapat dijadikan berbagai produk industri makanan, seperti bumbu pecel dan sate, roti, dan berbagai makanan olahan berbahan baku kacang tanah, seperti kacang asin, manjareal, kacang atom, dan kacang berbumbu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikoriza arbuskular, pupuk Urea dan pupuk organik cair limbah tahu terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Kecamatan Kediri menggunakan Rangcangan Acak Lengkap Kelompok yang terdiri atas 7 (tujuh) perlakuan yaitu P0: perlakuan dengan CMA, P1: perlakuan dengan CMA, Urea (5 g/m2) dan POC 1 l/m2, P2: perlakuan dengan CMA, Urea (5 g/m2) dan POC 1,5 l/m2, P3: perlakuan dengan CMA, Urea (5 g/m2) dan POC 2 l/m2, P4: perlakuan dengan CMA, Urea (10 g/m2) dan POC 1 l/m2, P5: perlakuan dengan CMA, Urea (10 g/m2) dan POC 1,5 l/m2, P6: perlakuan dengan CMA, Urea (10 g/m2) dan POC 2 l/m2. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga diperoleh 21 petak percobaan Data hasil penelitian dianalisa dengan Analisis of Variance (ANOVA) dan jika terdapat beda nyata diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ), keduanya dengan taraf nyata 5 persen Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh terhadap ketersedian Nitrogen, dan Fosfor tanah, namun berpengaruh terhadap Serapan P, berat berangkasan kering dan produksi kacang tanah. Produksi kacang tanah tertinggi diperoleh pada perlakuan: mikoriza, 10 g Urea dan 1,5 liter pupuk organik cair limbah tahu per meter persegi, sebesar 1281,52 gram per meter persegi