Abstract
Kebutuhan air terbesar adalah sektor pertanian sekitar 80% dari total kebutuhan air. Sistem irigasi saat ini merupakan sistem yang boros air yaitu dengan penggenangan secara terus menerus (konvensional). Penelitian ini membandingkan kebutuhan air irigasi sistem konvensional dengan sistem irigasi hemat air perpaduan System of Rice Intensification (SRI) dengan AWD Alternate Wetting and Drying (AWD) . Model yang digunakan menanam padi di pot dengan pola penanaman mengikuti metode SRI sedangkan pengaturan pemberian airnya mengikuti sistem AWDdengan enam variasipemberian air irigasi. Air yang diberikan diukur dengan menggunakan gelas ukur. Hasil penelitian menunjukkan pemberian air irigasi pada variasi 1 yaitu pemberian air irigasi setelah kedalaman air mencapai elevasi -5,00 cm dapat menghemat air 33,53%, dengan produksihasil tanamanpaling besar yaitu 119,70 gr atau 29,83% lebih besar dari variasi 6 metode konvensional. Variasi juga memiliki produktifitas air yang paling besar yaitu 11,93 gr/lt, sedangkan untuk variasi 6 metode konvensional produktifitas airnya sebesar 6,11 gr/lt