Abstract
Keterbatasan fasilitas laboratorium merupakan faktor penting penyebab rendahnya kualitas pembelajaran kimia di sekolah. Oleh karena itu dibutuhkan pengembangan media inovatif, yang dalam konteks ini berupa alat bantu praktikum sederhana yang dibuat dari bahan-bahan yang mudah dijumpai sehari-hari. Jika kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan maka dapat mendorong minat belajar siswa menjadi lebih baik. Artikel ini melaporkan pengembangan instrumen (angket) minat belajar siswa terhadap pelajaran kimia di sekolah. Pengembangan dimulai dengan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar dari literatur yang tersedia; dan dari analisis dihasilkan 4 (empat) indikator minat, yakni (1) perasaan senang, (2) ketertarikan siswa, (3) perhatian siswa, dan (4) keterlibatan siswa. Selanjutnya, keempat indikator tersebut dikembangkan menjadi pernyataan-pernyataan angket yang relevan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran kimia di sekolah. Untuk menguji validitas isi dari angket maka dilakukan validasi ahli oleh 3 orang pakar dibidang psikologi pendidikan. Hasil validasi ahli selanjutnya dianalisis dengan rumusan Aiken V setelah sebelumnya dilakukan konversi data menjadi data interval. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga V berkisar antara 0,72 s/d 0,82 yang termasuk dalam kategori baik untuk semua indikator minat. Jadi dapat disimpulkan bahwa angket minat belajar siswa layak dan siap digunakan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inovatif terhadap minat belajar siswa
Concepts :
Access to Document
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2021 | 16 |