LOKUS ANOMALI VEKTOR ANGIN YANG BERDAMPAK PADA KEKERINGAN DI NUSA TENGGARA BARAT

Authors : Mahrup Mahrup; Fahrudin Fahrudin; I G M Kusnartha; I Nyoman Soemeinaboedhy; Padusung Padusung
article cite 2 Year 2021
source:
Abstract

Anomali vektor angin ditengarai menyebabkan kekeringan di suatu wilayah. Penelitian Deskriptif dilakukan untuk mengidentifikasi lokus anomali vektor angin yang berakibat kekeringan di NTB.  Vektor angin global periode 1983-2019 digunakan untuk melokalisasi lokus anomali dan data curah hujan digunakan untuk memverifikasi kejadian tahun-tahun kering di Lombok dan Sumbawa. Keeratan hubungan antara lokus anomali dan kejadian kekeringan diuji dengan regresi linier ganda. Sifat ketergantuangan antara lokus dan kejadian kekeringan diuji dengan dependency test .  Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kejadian kekeringan terkait dengan anomali vektor angin di tiga lokasi, dan kedunya memiliki ketergantungan, yaitu: di zona konvergen Samudera Hindia   Selatan (SIO) pada bujur 105 o -110 o BT dan 8,5 o -15 o LS; di pesisir barat Sumatera (WCS) pada 95 o -110 o BT dan 5 o LU-5 o LS, dan di laut Natuna (NAS) pada 105 o -115 o BT dan 5 o LU-10 o LU. Fungsi linier ganda yang representatif untuk pulau Lombok adalah:  Y(SPI)=0.648 - 0.108(SIO) - 0.066(WCS) - 0.165(NAS); R 2 = 0.75 dan untuk Sumbawa:Y(SPI) = 1.685-0.1497(SIO) -0.0478(WCS) - 0.3445(NAS);  R 2 =0.92. Kesimpulan, kekeringan di NTB terkait anomali vektor angin di zona konvergen samudera Hindia Selatan, pantai barat Sumatera dan laut Natuna, pada awal musim (November, Desember, dan puncak musim hujan (Februari).


Concepts :
Geological and Geophysical Studies
Data Mining and Machine Learning Applications
Multimedia Learning Systems
article cite 2 Year 2021 source
Access to Document
SDGs
Life below water
Citations by Year
YearCount
2021 2