Abstract
Pasca bencana gempa Lombok tahun 2018, bencana kekeringan juga melanda Kabupaten Lombok Utara (KLU). Bencana kekeringan di Lombok Utara ini sudah menjadi bencana musiman. Dari lima kecamatan yang ada, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara mencatat sekitar 71 dusun di 20 desa dengan jumlah KK terdampak 9,388 KK atau 28,136 jiwa merasakan kekurangan air. Desa Pemenang Barat merupakan salah satu desa di Kecamatan Pemenang yang terdampak kekeringan dan masih kekurangan akan ketersediaan air baku pada musim kemarau. Berdasarkan pengamatan di desa Pemenang Barat penggunaan sumur galian dan sumur bor telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun pemanfaatan sumur galian dan sumur bor ini tidak selalu memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut. Sehingga perlu adanya suatu usaha pencarian sumber air tanah di daerah tersebut. Untuk mendapatkan sumber air dapat di lakukan penyelidikan awal di bawah permukaan tanah untuk mengetahui ada tidaknya lapisan pembawa air (akuifer) dengan cara menentukan letak dan kedalaman akuifer air tanah dengan menggunakan metode geolistrik. Berdasarkan hasil pendugaan potensi air tanah dengan geolistrik di desa Pemenang Barat diperoleh kedalaman akuifer berkisar antara 20-150 m, dengan ketebalan akuifer 10-80 m. Sehingga diharapkan hasil pendugaan potensi air tanah ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menggali potensi sumber air untuk mengatasi krisis air dan membantu proses pemulihan pasca bencana gempa maupun kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2021 | 0 |