Abstract
Artikel ini menjelaskan tentang cara belajar anak berkebutuhan khusus serta hambatan dan tantang yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Untuk tujuan tersebut penulis menggunakan metode kepustakaan. Anak berkebutuhan khusus sering terlihat berbeda baik secara fisik, mental dan sosial emosional. Mereka memiliki karakteristik khusus yang mengakibatkan adanya kebutuhan penyesuaian di berbagai bidang, agar mereka tetap mendapatkan haknya yang sama dengan anak lain dan bahkan penyesuaian tersebut harus berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangannya sebagaimana layaknya anak-anak lain. Untuk memahami anak berkebutuhan khusus dan cara belajarnya, perlu diketuhui ciri-cirinya yakni anak dengan Masalah Perkembangan Fisik (termasuk tuna Daksa). Anak dengan Masalah Kemampuan Berbicara dan Berbahasa (termasuk tuna wicara dan lambat bicara) Anak dengan Masalah Cerebral Palsy Anak dengan Masalah Kemampuan Pendengaran (termasuk tuna rungu) Anak dengan Masalah Kemampuan Penglihatan (termasuk tuna netra) Anak dengan Masalah Perkembangan Kognisi (termasuk kesulitan belajar dan tuna grahita). Anak dengan Masalah Down Sydrome. Anak dengan Masalah Spektrum Autisma. Anak dengan Masalah ADHD (termasuk gangguan perilaku dan Tunba laras). Anak dengan Kecerdasan dan Bakat Istimewa.
Concepts :
Access to Document
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2020 | 0 |