KESENJANGAN BAHASA DI TIGA GENERASI: STUDI EKOLINGUISTIK TERHADAP LEKSIKON DI BIDANG PERTANIAN PADA MASYARAKAT PENUTUR BAHASA BIMA

Authors : Arafiq Arafiq
article cite 0 Year 2021
source:
Abstract

Masyarakat Bima (Dou Mbojo) merupakan salah satu suku yang mendiami wilayah timur Pulau Sumbawa. Bahasa Bima (Nggahi Mbojo) adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat sebagai alat komunikasi sehari-hari dalam berbagai ranah pemakaian bahasa. dari lingkup terkecil hinga lingkup terbesar. Perubahan sosial yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi dan informasi, menyebabkan perubahan cara berbahasa masyarakat penutur Bahasa Bima, terutama jika dilihat dari kelompok umur penutur. Ada kecenderungan terjadi kesenjangan bahasa, khususnya di bidang pertanian antar tiga generasi yang berbeda, yakni usia 0-39, 40-50, dan 51-keatas. Berdasarkan studi survey melalui media facebook, kelompok penutur umur 0-39 tahun memiliki pengetahuan leksikon pertanian yang sangat terbatas, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif yang terkait benda (rujukan) dari kata tersebut. Sementara itu, penutur kelompok umur 40-50 tahun memiliki tingkat pemahaman yang tinggi, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Sedangkan penutur kelompok umur 50 tahun keatas memiliki pemahaman terhadap semua leksikon yang ditanyakan bahkan bisa menambahkan lebih banyak leksikon beserta penjelasan terkait rujukan kata maupun konteks penggunaannya. Hal ini menunjukkan bahwa telah dan sedang terjadi kesenjangan budaya dan Bahasa dalam masyarakat Bima (Dou Mbojo) seiring perkembangan berbagai bidang kehidupan, terutama teknologi pertanian.


Concepts :
Linguistics and Language Analysis
Swearing, Euphemism, Multilingualism
English Language Learning and Teaching
article cite 0 Year 2021 source
Access to Document
Citations by Year
YearCount
2021 0