Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan manajemen bencana di SMA Negeri 8 Mataram sebagai satuan pendidikan yang terdampak pada bencana gempa berkekuatan 7.0 SR di tahun 2018 dan bencana nasional Corona Virus Disease 19. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk memberikan gambaran holistik dan memperbanyak pemahaman mendalam khususnya tentang manajemen bencana pada satuan pendidikan lainnya, di mana peserta didik masuk dalam kategori rentan terhadap bencana. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi dengan memanfaatkan sumber data primer dan sekunder. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen bencana di SMA Negeri 8 Mataram tidak mengacu pada rujukan manajemen bencana berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 namun disesuaikan berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan yang dilakukan dengan beberapa tahapan antara lain pembentukan tim siaga, penilaian mandiri terhadap 3 Pilar satuan pendidikan aman bencana serta sosialisasi sebagai publikasi terhadap kesiapan sekolah menghadapi bencana.