Abstract
Faktor geometrik jalan merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Landai memanjang jalan yang menjadi bagian dari geometrik jalan akan mempengaruhi kemampuan kendaraan untuk bisa tetap mempertahankan kecepatannya. Ruas jalan Senggigi-Pemenang menjadi jalan akses menuju tempat wisata Pantai Senggigi dan Gili Trawangan yang menjadi ikon wisata pulau Lombok. Topografi daerah yang berada di perbukitan menyebabkan banyak ditemui tikungan, tanjakan serta turunan yang tajam dan berbahaya. Kondisi ini diperburuk lagi oleh kurangnya fasilitas pelengkap jalan yang kemungkinan dikarenakan ruas jalan ini berada di luar kota. Untuk menunjang kelancaran lalu lintas pada ruas jalan tersebut, sangat diperlukan perhatian yang lebih terhadap hal keselamatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data pengukuran topografi untuk mengetahui elevasi dari jalan, data ketersediaan dan kebutuhan fasilitas pelengkap jalan dan data kejadian kecelakaan. Perbedaan antara kondisi eksisting dengan yang disyaratkan menjadi dasar untuk menentukan peluang dan resiko kejadian kecelakaan yang dapat ditimbulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai peluang terjadi kecelakaan akibat defisiensi kelandaian memanjang jalan dan ketersediaan fasilitas pelengkap jalan untuk ruas jalan Senggigi-Pemenang pada jalan lurus atau relatif lurus rata-rata sebesar 10 – 15 kali per tahun. Resiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi jalan tersebut rata-rata bernilai 305.88 dengan kategori bahaya. Segmen jalan pada ruas jalan Senggigi-Pemenang yang mempunyai kelandaian harus dilengkapi dengan fasilitas pelengkap jalan seperti rambu, marka, lampu, dan pengaman tepi terutama jalan yang memiliki landai bernilai lebih besar dari persyaratan.
Concepts :
Access to Document
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2018 | 0 |