Abstract
Sarapan adalah kegiatan makan dan minum sebelum melakukan aktivitas fisik di pagi hari. Sarapan berkontribusi terhadap 25% total asupan gizi sehari yang berpengaruh terhadap tingkat kesehatan. Keadaan status gizi remaja dipengaruhi oleh pola makan yaitu keterbatasan makanan, membatasi diri untuk makan, dan rendahnya kebiasaan sarapan. Remaja putri yang tidak terbiasa sarapan memiliki hubungan terhadap kejadian anemia sehingga dilakukan analisis pola kebiasaan sarapan dan pengetahuan anemia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan total sampling. Sampel penelitian adalah remaja putri di SMP IT Bukit Qur’an Nusantara Mataram yang mendapatkan penyuluhan terkait gizi dan anemia yaitu 18 orang. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 61,11% remaja putri selalu sarapan, sedangkan sisanya 38,89% kadang-kadang melakukan sarapan. Kebiasaan sarapan remaja putri berhubungan dengan pencegahan anemia. Tingkat pengetahuan remaja putri terhadap anemia yaitu 83,33% menjawab benar dan 16,67% menjawab salah sehingga dapat disimpulkan remaja putri SMP IT Bukit Qur’an Nusantara Mataram memiliki pola kebiasaan sarapan dan pengetahuan terkait anemia yang baik.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2021 | 1 |