Abstract
Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya tingkat sintasan postlarva vannamei walaupun telah berkembang berbagai metode aklimatisasi ke salinitas rendah. diperlukannya upaya untuk dapat menangani masalah keterlambatan pertumbuhan udang yang di pelihara pada salinitas rendah. Salah satunya yakni dengan penambahan kalsium pada media budidaya. Kelarutan kalsium sangat dibutuhkan dalam rangka membantu proses penyerapan kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan kalsium dengan penambahan daun ketapang untuk menambah performa produksi dan pertumbuhan larva udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan RAL, dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Dosis yang digunakan adalah 50 ppm kapur (CaCO3) dengan dosis kepatang 0, 0,12, 0,24, 0,36, dan 0,48 ppt. Parameter yang di uji antara lain pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, tingkat konsumsi oksigen, kadar kalsium dalam air dan kualitas air meliputi suhu, pH, DO, salinitas dan amonia. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan daun ketapang dengan dosis 0,48 memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, rasio konversi pakan, tingkat konsumsi dan oksigen, kadar kalsium. Sedangkan penambahan daun ketapang dengan dosis 0,36 ppt memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup. Dengan demikian, penambahan daun kepatang mampu menambah performa dan pertumbuhan pada larva udang vaname.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2021 | 6 |