Abstract
Penerapan teknologi inseminasi buatan (IB) menggunakan semen sapi eksotik sering menyebabkan gagal bunting, abortus, disokia dan gangguan kelahiran lainnya. Akibatnya adalah sering terjadi kawin berulang, kerugian dari sisi tenaga, biaya dan waktu, tertundanya regenerasi selama umur produktif, serta inefisiensi reproduksi. Masalahnya, peternak tidak banyak mengetahui faktor-faktor penyebab kegagalan hasil IB, sehingga perlu diberikan penyuluhan. Memberikan informasi, pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat tentang cara-cara memanage reproduksi yang baik dan benar untuk mencegah terjadinya kawin berulang dan distokia pada sapi pasca inseminasi buatan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui penyuluhan, diskusi dan pembinaan singkat, bertempat di Desa Sintung yang merupakan pusat kegiatan dan sekretariat kelompok tani-ternak di Kesamatan Pringgarata. Khalayak sasaran adalah ketua dan anggota kelompok tani-ternak dan masyarakat petani lainnya. Pengabdian kepada masyarakat ini cukup berhasil. Para peserta sangat tertarik pada materi yang disuluhkan. Setelah penyuluhan peserta memperoleh informasi, pemahaman dan keterampilan untuk meningkatkan keberhasilan IB. Peserta disuluhkan tentang cara pemilihan calon induk resepien, memilih jenis semen pejantan, manajemen induk bunting, kandang bunting dan melahirkan. Perlu catatan perkawinan, mengenal tanda-tanda dan prediksi kelahiran, penanganan kelahiran oleh dokter hewan atau paramedis hewan. Faktor pendukung kegiatan adalah antusiasme peserta penyuluhan dan diskusi, sedangkan faktor penghambatnya adalah kejadian wabah PMK yang masif hampir di seluruh wilayah kecamatan yang sedikit membatasi keleluasaan kegiatan. Kegiatan pengabdian berjalan baik dan lancar. Para peserta memperoleh manfaat ilmu pengetahuan tentang manajemen reproduksi untuk mencegah terjadinya kawin berulang.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2023 | 0 |