Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh angin Muson Australia yang bertiup dari pantai barat Australia Barat dan Benua Australia terhadap sifat hujan pada Musim Kemarau di Pulau Lombok. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2022 sampai dengan bulan Desember 2022. Area penelitian meliputi kawasan Pulau Lombok, kawasan Muson Australia, peraiaran samudera Hindia di pantai barat Australia Barat dan kawasan Benua Australia. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif, melalui tahapan sebagai berikut, yaitu (i) Pengumpulan data sekunder, (ii) Analisis data dan (iii) interpretasi data. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder. Data sekunder yaitu data data curah hujan, data tekanan udara, suhu udara, kelembaban udara, kecepatan dan arah angin yang di unduh dari website https://power.larc.nasa.gov/data-acces-viewer/. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara sifat hujan pada musim kemarau di pulau Lombok dan Angin yang berasal dari Pantai Barat Australia dan Benua Australia. Angin Muson Australia yang bersifat kering menyebabkan Lombok mengalami hujan di bawah normal, sebaliknya jika bersifat lembab maka Lombok akan mengalami hujan di atas normal. Angin kering terbentuk ketika suhu udara berada dibawah rata-rata, tekanan atas rata-rata dan kelembaban dibawah rata-rata, sebaliknya angin lembab terbentuk ketika suhu udara di atas rata-rata, tekanan di bawah rata-rata dan kelembaban di atas rata-rata. Arah angin yang lebih dominan mengarah ke barat atau barat laut berpotensi membawa uap air menjauhi wilayah Indonesia, dengan demikian menimbulkan sifat kemarau kering di Lombok.