Abstract
Aktivitas gempa bumi memicu terjadinya aktivitas sesar seperti yang terjadi di Pulau Lombok. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait keberadaan sesar dengan mengidentifikasi jenis sesarnya, sehingga risiko bahaya dapat dimitigasi sebelum terjadinya gempa bumi khususnya di Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat sesar di daerah penelitian yang di sebabkan akibat gempa bumi tahun 2018 serta menganalisis geometrinya di Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Akuisisi data menggunakan metode Geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner. Hasil penelitian pada 12 lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 230 meter, pada setiap lintasan terdapat 3 lapisan batuan pada penampang 2D. Berdasarkan hasil inversi, dari keduabelas lintasan jenis batuan utama yang mendominasi antara lain batuan Lempung, Batu Pasir, dan Breksi dengan kedalaman mencapai 40 meter, dengan elevasi tertinggi 168 meter diatas permukaan tanah. Keberadaan sesar di semua lintasan memiliki kedalaman berkisar antara 16.75 meter. Pada daerah penelitian ditemukkan banyaknya rekahan yang kemungkinan disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tahun 2018 yang menyebabkan temuan sesar pada masing-masing lintasan. Jenis batuan yang mengindikasikan keberadaan sesar adalah batuan breksi yang mengalami diskotinuitas dengan nilai resistivitas (7.33 – 82.1) ohm-m dan diisi maupun ditutupi oleh batuan deposit sedimen yaitu batuan lempungan dan lempungan berpasir dengan nilai reistivitas (0.483 – 3.62) ohm-m. Sesar yang terdapat di Kecamatan Sambelia adalah sesar mikro membentuk garis melalui rekahan yang tersingkap memanjang kearah timur-laut. Geometri rata-rata sesar yaitu lebar: 15 meter, kemiringan rata-rata 77° serta strake 37° timur laut.