Abstract
Diare menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di beberapa negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2021, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi dengan prevalensi penyakit diare yang tertinggi di Indonesia (61,4%). Ppepaya (Carica papaya), khususnya bagian biji, secara empiris telah digunakan untuk penangan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiare sediaan infusa biji papaya yang diujikan secara in vivo pada mencit yang diinduksi minyak jarak. Penelitian ini menggunnakan 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok infusa biji papaya 10%, 20%, kontrol induksi, kontrol negatif, dan kontrol positif Diapet®. Semua kelompok mencit kecuali kelompok kontrol negatif diinduksikan minyak jarak secara peroral dan dilakukan pengamatan pada frekuensi dan konsistensi dari feses. Infusa biji papaya pada konsentrasi 10% dan 20% menunjukkan aktivitas antidiare menghambat minyak jarak yang signifikan sebanding dengan kontrol positif dilihat dari parameter ALSG dan Diarrhea Index (infusa 10% ALSG 1,553 (p> 0,05) dan indeks diare 1,263 (p> 0,05); Infusa 20% ALSG 1,447 (p>0,05) dan indeks diare 1,320 (p>0,05)). Infusa 10% memiliki efek yang lebih mirip dengan kontrol positif. Oleh karena itu, penelitian ini mendukung penggunaan biji papaya dalam pengobatan diare secara tradisional.
 
 Kata Kunci : pepaya, minyak jarak, indeks diare