Abstract
Gender menjadi topik pembicaraan yang cukup menarik dan unik dari waktu kewaktu. Pro dan kontra dibalik kesetaraan gender memang tidak pernah habis dan tuntas untuk dibahas dari berbagai perspektif. Jika ditinjau dari sudut pandang kepemilikan maka hal ini sangat terkait dengan kemampuan pengawasan yang dikaji melalui gender. Selama ini Struktur Kepemilikan memang sedah lama digunakan sebagai proxy dari good corporate finance (GCG). Selain itu menurut teori keagenan, struktur kepemilikan dianggap mampu untuk mencegah dan menghilangkan adanya biaya keagenan (agency cost). Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang membandingkan antara Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang memiliki kepemilikan perempuan dengan BPR kepemilikan laki-laki saja (yang tidak ada komposisi perempuan). Penelitian dilakukan di BPR yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Alat analisis yang digunakan adalah uji t (uji beda) dengan dua sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan kemampulabaan dan efisiensi ditinjau dari gender. Penelitian ini memberikan rekomendasi terhadap Perusahaan agar mempertimbangkan keberadaan perempuan sebagai sumber daya penting dalam proses pengambilan keputusan dan upaya untuk meningkatkan kinerja usaha.