Abstract
Elemen pembentuk citra kawasan diperlukan untuk membuat gambaran yang kuat untuk membentuk branding suatu kawasan. Elemen-elemen ini sudah dibangun di Desa Setanggor, namun citra yang ingin ditunjukkan dan kesan desa sebagai destinasi pariwisata tidak terlihat. Desain gerbang masuk desa juga didesain dengan berbagai macam bentuk, desain, dan warna. Pengabdian ini dilakukan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya dalam membangun desa melalui pelibatan dalam desain gerbang masuk Desa Setanggor. Pelibatan masyarakat dilakukan secara musyawarah dengan mempresentasikan ide dan konsep desain gerbang yang telah dibuat oleh tim pengabdian untuk pembangunan desa. Hasil diskusi menunjukkan bahwa masyarakat Desa Setanggor menyetujui usulan alternatif ketiga (konsep tradisional) dengan beberapa tambahan dan perubahan dalam desain. Penambahan logo Kabupaten Lombok Tengah, penambahan kalimat ‘desa wisata budaya’, dan patung gendang beleq telah dilakukan setelah kegiatan pengabdian selesai. Hasil desain alternatif ketiga dikirimkan kembali sebagai bahan diskusi Kepala Desa dan masyarakat untuk perencanaan anggaran biaya. Kegiatan pengabdian ini memiliki dampak positif bagi warga karena dapat menambah wawasan warga tentang pentingnya membangun citra, membantu warga untuk berdiskusi pengembangan desa, dan membantu dalam perencanaan pembangunan gerbang desa. Kegiatan pengabdian di Desa Setanggor dapat dilaksanakan dnegan baik dengan beberapa arahan dari masyarakat untuk menyempurnakan gagasan desain gerbang terpilih. Harapan ke depannya, kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan lagi di Desa Setanggor untuk membantu masyarakat dalam perencanaan dan pengembangan desa wisata budaya.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2023 | 0 |