Abstract
Pembelajaran kimia saat ini mulai diarahkan pada penggunaan budaya sekitar dan dukungan terhadap konsep green chemistry dalam pelaksanaannya. Lombok Tengah sebagai salah satu daerah yang menjadi pusat budaya di NTB memiliki potensi untuk diintegrasikan budaya sekitar dalam proses pembelajaran kimia. Praktikum skala kecil dapat menjadi pilihan untuk mendukung pelestarian lingkungan. Integrasi keduanya hingga kini belum banyak dikaji dalam proses pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru kimia terhadap micro scale lab dipadu budaya Lombok Tengah dan mengidentifikasi variable yang mempengaruhi persepsi guru kimia terhadap micro scale lab dipadu budaya Lombok Tengah. Sampel penelitian adalah uru kimia yang mengajar di Pulau Lombok sebanyak 84 guru yang diambil secara acak. Demografi sampel didasarkan pada pendidikan terakhir, lokasi mengajar, usia, jenis kelamin, dan status kepegawaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi guru kimia dengan perbedaan Pendidikan terakhir dan lokasi mengajar, sedangkan perbedaan usia, jenis kelamin dan status kepegawaian tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada aspek yang diukur. Free respon data menunjukkan perlu ada kajian dan pengembangan sumber belajar yang menjadi pedoman guru dalam pelaksanaan laboratorium skala kecil, penggunaan budaya sekitar, dan integrasi keduanya dalam pembelajaran kimia.