Abstract
Kulit buah kopi mengandung senyawa golongan fenolik yang memiliki efek biologis khususnya sebagai antibakteri. Kulit buah kopi diekstraksi dan kemudian difraksinasi menggunakan akuades dan etil asetat. Analisis kualitatif dilakukan dengan Uji Tabung dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pengujian aktivitas antibakteri mengguankan metode difusi cakram dengan kelompok perlakuan kontrol positif (Kloramfenikol 1%), kontrol negative (DMSO 10%), ekstrak etanol (konsentrasi 20; 30; dan 40%), fraksi air (konsentrasi 2; 3; dan 4%), dan fraksi etil asetat (konsentrasi 2; 3; dan 4%). Analisis hasil dilakukan dengan SPSS menggunakan Kruskall-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil pengujian analisis kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi air, dan fraksi etil asetat mengandung senyawa fenolik. Pada pengujiam dengan KLT didapatkan hasil bahwa terdapat bercak noda pada senyawa ekstrak etanol dan fraksi etil asetat yang menunjukkan bahwa terdapat kandungan senyawa yang sama diantara keduanya. Pengujian antibakteri ekstrak dan fraksi etil asetat menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus, sedangkan hanya ekstrak 40% dan fraksi etil asetat yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli. Fraksi air tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus dan E.coli. Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat kulit buah kopi robusta berpotensi sebagai kandidat antibakteri
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2023 | 0 |