Abstract
Latar belakang: Neoplasia adalah suatu pertumbuhan jaringan baru dalam tubuh yang pertumbuhannya tidak terkendali, disebabkan oleh mutasi gen yang tidak terkontrol. Salah satu neoplasia endokrin yang mendominasi adalah neoplasia tiroid. Faktor risiko pada tumor tiroid meliputi usia, tempat tinggal, sosial ekonomi, dan iodine intake. Pada penelitian ini mengambil sampel keluarga beresiko tumor tiroid sebesar 6,1% yang bertempat tinggal di pesisir Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan angka kejadian sebesar 0,85 per 100 penduduk.
 Metode: Analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu rule of thumb dengan jumlah sampel 50 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan google form yang berisikan rangkain kuesioner dan wawancara singkat. Uji hipotesis menggunakan uji fisher dengan nilai probabilitas (p) < 0,05 dan regresi logistik 
 Hasil: Iodine intake dan usia memiliki hubungan dengan kejadian tumor tiroid, sedangkan Water Iodine Concentration (WIC) dan sosial ekonomi tidak memiliki hubungan dengan nilai p value 0,038, 0,009, 0,126, dan 0,129. Faktor risiko yang paling berpengaruh adalah iodine intake dengan nilai OR/exp. B sebesar 243.132.352.0. Nilai probabilitas masing-masing anggota keluarga dengan faktor risiko yaitu 59% dan tidak dengan faktor risiko 0%.
 Simpulan: Faktor risiko yang berpengaruh dengan kejadian tumor tiroid dalam klaster keluarga pada penelitian ini adalah iodine intake dan usia.
 Kata kunci: Tumor tiroid, faktor risiko, klaster keluarga, daerah pesisir.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2023 | 0 |