Abstract
Hingga saat ini kasus stunting di NTB masih menjadi isu yang belum terselesaikan. Salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka stunting yaitu dengan memastikan pemenuhan gizi bagi ibu dan calon ibu. Gizi yang diperlukan dapat diperoleh dari sumber pangan lokal. Nira dan madu Trigona merupakan komoditas lokal yang ada di Kecamatan Tanjung Lombok Utara. Sayangnya kedua komoditas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal baik untuk upaya pemenuhan gizi maupun sebagai sumber penghasilan. Hal ini dikarenakan olahan nira hanya dijual dalam bentuk segar, tuak dan gula merah yang harga jualnya relatif rendah. Nira aren dan madu trigona dapat dikombinasikan menjadi produk permen yang nilai jualnya lebih tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan nutrisi masyarakat di Desa Sigar Penjalin, melalui pendampingan pembuatan permen keras dari madu Trigona dan Nira Aren sebagai kudapan khas yang berpotensi menanggulangi stunting dan meningkatkan pendapatan lokal. Metode pelaksanaan melibatkan 16 warga yang diorganisir oleh UMKM Rangsot Kreatif. Pelatihan ini menggunakan bahan-bahan seperti gula merah, gula pasir, sirup glukosa, madu trigona, dan air. Tahapan pelatihan mencakup persiapan, penyampaian materi, praktik langsung, dan evaluasi melalui pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan, kemampuan, dan minat peserta. Hasil pretest menunjukkan skor total 627 dari 960 (65,31%), menunjukkan tingkat pemahaman sedang. Setelah pelatihan, posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan skor total 829 dari 960 (86,35%), menunjukkan tingkat pemahaman yang sangat tinggi. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya pendampingan teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal dalam mengembangkan produk kudapan yang bergizi dan ekonomis, mendukung perbaikan status gizi dan ekonomi masyarakat, serta memberikan solusi alternatif dalam pengolahan produk lokal.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2023 | 0 |