Gambaran Kualitas Hidup Penderita Penyakit Jantung Koroner Pasca Serangan Jantung

Authors : Basuki Rahmat; Ajib Atha Syah Putra; Seto Priyambodo; Dian Puspita Sari; Yoga Pamungkas Susani
article cite 4 Year 2020
source: Unram Medical Journal
Abstract

Prevalensi penyakit jantung koroner semakin meningkat. Pasien yang menderita penyakit jantung koroner dapat mengalami perubahan psikologis maupun kualitas hidup terkait dengan status sakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien pasca serangan jantung. Subjek sebanyak 30 penderita penyakit jantung koroner pasca serangan jantung (STEMI, NSTEMI, UAP) kurang dari satu tahun serta tidak pernah terdiagnosis gangguan jiwa. Kualitas hidup diukur dengan instrument SF-36 Health Survey versi Bahasa Indonesia. Dilakukan uji beda tidak berpasangan t-test dan Mann Whitney untuk menganalisis perbedaan kualitas hidup laki-laki dan perempuan. Sebanyak 36,7% subjek menyatakan kondisi saat ini agak lebih buruk daripada satu tahun yang lalu. Subjek yang menyatakan sama atau lebih baik sebanyak 56,6%. Laki-laki memiliki kualitas hidup lebih tinggi dibanding perempuan, meskipuan tidak bermakna secara statistik (p > 0,05). Kesejahteraan emosional merupakan dimensi yang memiliki rerata tertinggi (75,1 ± 17,3) baik pada kelompok laki-laki (74,8 ± 17,7) maupun kelompok perempuan (77,3 ± 16,7). Keterbatasan peran akibat masalah emosional memiliki skor terendah (18,8 ± 33,5) disusul dengan keterbatasan peran akibat masalah fisik (20,0 ± 29,7). Pasien penderita penyakit jantung koroner pasca serangan memiliki persepsi bahwa terdapat keterbatasan peran baik akibat masalah emosional maupun fisik. Tidak ada perbedaan bermakna antara kualitas hidup penderita penyakit jantung koroner pasca serangan kelompok laki-laki dengan perempuan.


Concepts :
Computer Science and Engineering
article cite 4 Year 2020 source Unram Medical Journal
SDGs
Good health and well-being
Citations by Year
YearCount
2020 4