Abstract
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu ikan air tawar yang mudah untuk dipelihara, pertumbuhannya relatif cepat. Selain itu menjadi favorit konsumen dikarenakan dagingnya yang tebal dan rasanya yang enak. Salah satu teknologi yang dapat dijadikan altenatif yaitu teknologi bioflok dikarenakan mampu meminimalisir penggunaan lahan dan meningkatkan kualitas air serta meningkatkan pemanfaatan nutrisi. Probiotik yang mengandung mikroorganisme bisa diberikan lewat pakan maupun air sebagai medianya. Suprapto et al., (2013), mengemukakan pendapat yaitu dalam penggunaan probiotik di lingkungan untuk bioremediasi dapat meningkatkan kualitas air dan mengurai bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa produksi ikan nila pada sistem bioflok dengan jenis probiotik konvensional yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimulai dari 5 perlakuan diulang selama 3 kali. Pemberian probiotik pada media air sistem bioflok berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, volume flok. Dengan masing-masing perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan B yaitu 9,51 gram, perlakuan C sebanyak 2,9 cm, perlakuan C sebanyak 0,15ml/l. Sedangkan penambahan probiotik pada media air sistem bioflok tidak berpengaruh pada parameter eritrosit, leukosit, hematokrit, hemoglobin.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 0 |