Abstract
Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadapi masalah pengelolaan sampah yang serius, salah satunya di Desa Bilok Petung. Desa Bilok Petung menghasilkan sekitar 3 ton sampah per hari yang sebagian besar berakhir di TPA. Salah satu solusi masalah sampah tersebut adalah pendekatan zero waste dengan pemanfaatan BSF (Black Soldier Fly). Tujuan kegiatan KKN di Desa Bilok Petung adalah pemberdayaan masyarakat dengan mentransfer pengetahuan tentang penanganan sampah dengan BSF. Metode kegiatan meliputi pengadaan fasilitas budidaya BSF, pengumpulan sampah organik, penetasan telur BSF, pemeliharaan BSF, pemanenan telur, pengolahan maggot, dan pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa budidaya BSF mampu mengolah sampah organik menjadi pupa dan pupuk organik yang bernilai ekonomis. Pupa dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani dan pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah. Dengan demikian, budidaya BSF berpotensi mendukung penerapan zero waste di Desa Bilok Petung secara berkelanjutan.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2024 | 1 |